Cawapres Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno

Cawapres Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno

Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno resmi menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Presiden 2019 yang mendampingi calon presidennya (capres) masing-masing.

Ma’ruf Amin terpilih menjadi cawapres Jokowi, menyingkirkan kandidat terkuat yakni Mahfud MD.

Sementara itu, Sandiaga Uno berhasil menyingkirkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) demi mendapatkan tahta jadi cawapres Prabowo Subianto.

Terpiliha keduanya sebagai Cawapres, menarik perhatian banyak orang.

Profil keduanya pun terlihat berbeda jauh, apalagi karir politiknya.

Ma’ruf Amin memang terlihat jauh lebih senior dibandingkan Sandiaga Uno.

Tak hanya dari segi usia, namun sejumlah pengalaman Ma’ruf Amin dalam hal politik juga jauh lebih banyak dibandingkan Sandiaga Uno.

Ma’ruf Amin diketahui pernah menjadi wakil rakyat di sejumlah tingkat, mulai dari daerah, tingkat pusat, sampai anggota lembaga tertinggi negara.

“Prof Dr Ma’ruf Amin pernah menjadi anggota DPRD, DPR, dan juga MPR RI,” ujar Jokowi saat deklarasi capres cawapres, Kamis (9/8/2018).

Di samping itu, Ma’ruf Amin pun saat ini menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres)

Tak hanya itu, Ma’ruf Amin juga saat ini menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ma’ruf Amin juga menjadi anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Sementara itu, karir politik Sandiaga Uno ini berkibar usai terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Anies Baswedan pada Oktober 2017.

Sebelum terpilih jadi orang kedua di DKI Jakarta, Sandiaga Uno bergabung dengan Partai Gerindra.

Bahkan Sandiaga Uno ini pun menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina.

Namun jabatan tersebut harus rela ditanggalkan usai sandiaga Uno maju sebagai calon independen di Pilkada DKI 2017 lalu.

Kini, sang partai yang sempat dibelanya ini kembali menggandengnya menjadi cawapres Prabowo.

“Beliau harus diterima partai-partai lain. Saya meminta beliau mundur dari Gerindra. Padahal, beliau sudah meniti karier di Gerindra cukup lama. Sekarang Wakil Ketua Dewan Pembina,” ujar Prabowo.

“Beliau mundur dari jabatan-jabatan itu, mundur dari Gerindra untuk bisa diterima sebagai calon independen,” tambah Prabowo.

Tak hanya soal karir politik keduanya, jumlah harta kekayaan Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno juga pun jadi perhatian

Melansir dari Tribunnews.com, Ma’ruf Amin pernah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK.

Pantauan Tribunnews.com dari situs resmi acch.kpk.go.id, Kamis (9/8/2018), harta kekayaan Ma’ruf Amin berjumlah Rp 427, 2 juta atau lebih tepatnya Rp 427.232.196.

Ma’ruf Amin terlihat melaporkan harta kekayaan pada 10 Mei 2001, berarti sudah 17 tahun berlalu.

Yang saat itu, Ma’ruf Amin ini tercatat sebagai anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ma’ruf Amin diketahui memiliki harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan di Jakarta Utara senilai Rp 231 juta.

Dia juga memiliki harta bergerak berupa mobil merk Toyota Corolla dan Isuzu Panther senilai Rp 290 juta.

Selain itu, Ma’ruf juga memiliki giro dan setara kas lainnya senilai Rp 50 juta.

Jika ditotal, jumlah harta kekayaan Ma’ruf Amin sebesar Rp 571 juta

Akan tetapi, Ma’ruf Amin ini memiliki utang yang saat itu berupa pinjaman dengan nilai Rp 143.767.804

Sementara itu, untuk harta kekayaan Sandiaga Uno tentu tak perlu ditawar lagi.

Sandiaga Uno bahkan sebelum terjun ke dunia politik ini terkenal sebagai pengusaha muda yang sukses.

Ia bahkan berada di posisi 85 dalam daftar 100 orang terkaya versi majalah bisnis Globe Asia edisi Juli 2018 dengan kekayaannya sebanyak 300 juta Dollar AS.

 

Sandiaga Uno memiliki kekayaan sebesar 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,2 triliun (dengan kurs tukar rupiah Rp 14.531)

Dalam laporan Kekayaan saat menjadi peserta Pilkada DKI Jakarta pada 2016 silam, Sandiaga Uno memiliki harta kekayaan terbanyak diantara calon lainnya, yakni Rp 3.856.763.292.656 (Rp 3,8 triliun) dan 10.347.381 dollar AS.


Pada 2017, Sandiaga Uno tercatat memiliki kekayaan mencapai Rp 3,8 triliun.

Jumlah tersebut belum termasuk uang simpanannya sebesar 10.347.381 dollar AS.

Tahun 2018, kekayaan Sandiaga Uno menurun menjadi 300 Juta Dollar AS atau sekitar 4,3 triliun.

Tak hanya itu, Sandiaga Uno juga memiliki logam mulia dengan nilai tertinggi dengan nilai jualnya mencapai Rp 1,5 miliar.

Logam mulia itu diperoleh Sandi pada 2015 yang berasal dari hasil sendiri.

Ia juga pernah menjabat Presiden Direktur perusahaan holding investasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, sebelum memutuskan ingin fokus pada tugas barunya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Saat ini, Sandi Uno juga menjadi jajaran direksi beberapa perusahaan, seperti PT Adaro Indonesia, PT Indonesia Bulk Terminal, PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia, Interra Resources Limited dan PT. iFORTE SOLUSI INFOTEK.(*)

 

shares